Bagi sebagian besar pencari kerja, menghadapi wawancara
merupakan bagian yang terberat dan tahap paling menentukan keberhasilan
memperoleh suatu pekerjaan. Pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa
dibayangkan dan diduga sebelumnya, kerap membuat orang gugup karena
tidak belum mempersiapkan jawaban. Sara Sutton Fell, Andy Teach dan
Miriam Salpeter, para pakar dunia kerja berbagi beberapa tips jawaban
wawancara untuk Anda. Berikut beberapa tips dari mereka.
1. “Ceritakan tentang diri Anda”
Walaupun ini bukan sebuah pertanyaan, namun salah menjawabnya dapat
memupuskan kesempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Seorang
eksekutif HRD pernah memberitahu saya bahwa ini merupakan pertanyaan
yang dapat menjebak. Para perekrut menurut hukum tidak selayaknya
mengajukan pertanyaan-pertanyaan penting mengenai diri Anda, namun jika
Anda keceplosan menjawabnya, Anda dapat saja menceritakan hal-hal yang
sebenarnya tidak perlu diceritakan. Cara paling buruk dalam menjawab
pertanyaan seperti ini adalah dengan menceritakan kisah hidup Anda, di
mana mereka tidak akan tertarik sama sekali. Cara terbaik untuk menjawab
pertanyaan semacam ini adalah dengan membahas minat yang Anda miliki
dan berkaitan dengan pekerjaan tersebut, dan mengapa latar belakang diri
Anda akan membuat Anda cocok sebagai pekerja yang hebat.
2. “Apa kekuatan dan kelemahan Anda?”
Sangatlah mudah untuk menceritakan tentang kelebihan atau kekuatan
diri Anda, seperti sifat yang detail dan teliti, pekerja keras, pekerja
team yang baik, dsb. Namun sangatlah mudah untuk terjungkal saat
membahas tentang kelemahan diri Anda. Janganlah pernah menceritakan sisi
kelemahan Anda, kecuali sisi kelemahan tersebut telah Anda taklukkan
sepenuhnya. Para perekrut sudah bosan dengan jawaban-jawaban yang selalu
sama, seperti, “Kelemahan terbesar diri saya adalah saya bekerja
terlalu keras, sehingga saya harus memperlambatnya.”
Jawaban terbaik untuk menjawab pertanyaan semacam ini adalah dengan
membahas kelemahan yang telah Anda atasi, seperti kebiasaan Anda sering
datang terlambat, namun setelah ditegur oleh sang supervisor tentang
pentingnya tepat waktu, Anda tidak pernah datang terlambat lagi.
3. “Dimana posisi Anda 5 tahun mendatang?”
Maksud sebenarnya dari pertanyaan ini adalah, “Apakah pekerjaan ini
sesuai dengan jalur karir yang Anda inginkan? Apakah Anda sekedar
melamar saja karena membutuhkan sesuatu? Apakah rencana jangka panjang
karir Anda sesuai dengan posisi tersebut? Sejauh mana harapan karir Anda
dapat direalisasikan? Apakah Anda berpikir tentang karir jangka
panjang? Ataukah Anda akan berhenti bekerja setelah setahun atau dua
tahun? Demikian yang diutarakan oleh Sara Sutton Fell, CEO dan pendiri
Flex.Jobs.
Untuk menjawab pertanyaan ini, tunjukkanlah bahwa Anda telah mengukur
kemampuan diri dan membuat rencana karir Anda sebelumnya. Perlihatkan
bahwa Anda ingin berkembang secara profesional dan mampu menerima
tanggung jawab lebih pada perusahaan tersebut. Jangan pernah berkata hal
seperti, “Saya tidak tahu,” atau “Saya sungguh menginginkan pekerjaan
ini.”
Tak seorang pun dapat mengetahui tepatnya posisi karir mereka pada
lima tahun mendatang, namun para perekrut ingin melihat komitmen yang
Anda miliki pada pekerjaan, perusahaan dan industri tersebut.
“Kenyataannya, saya katakan bahwa sangatlah sulit bagi Anda untuk dapat
mengetahui jabatan apa yang akan Anda pegang lima tahun mendatang, namun
idealnya Anda tentu ingin menaiki tangga karir perusahaan dengan
kemampuan Anda. Anda ingin berada di posisi manajemen, dan tujuan Anda
adalah untuk membantu perusahaan dengan semampu Anda. Jika Anda
memberikan kesan bahwa pekerjaan ini hanya sebagai batu loncatan,
kemungkinan besar para perekrut tidak akan tertarik untuk menerima Anda.
4. “Tolong ceritakan kejadian saat Anda memiliki masalah
dengan supervisor atau rekan kerja Anda, dan bagaimana cara Anda
mengatasinya.”
Hal tersulit dalam bekerja bukanlah soal pekerjaan, melainkan
orang-orang di tempat bekerja. Kebanyakan karyawan memiliki masalah
dengan supervisor atau rekan kerja mereka. Bagaimana cara mereka
mengatasi permasalahan tersebut akan banyak menunjukkan kemampuan mereka
dalam menghadapi orang lain. Jika Anda mampu menjelaskan kepada
pewawancara tentang kemampuan Anda dalam mengatasi permasalahan
menghadapi orang lain di tepat kerja, tentunya ini akan memberi Anda
kesempatan besar untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
5. “Apa permintaan Anda mengenai gaji?”
Maksud dari pertanyaan ini adalah, “Apakah Anda mempunyai harapan
yang realistis menyangkut soal gaji? Apakah kita memiliki pandangan yang
sama, ataukah Anda menginginkan lebih dari apa yang dapat kami berikan?
Apakah Anda fleksibel soal gaji, atau tidak dapat ditawar lagi?”
Cobalah untuk menghindari pertanyaan ini pada saat wawancara pertama,
karena akan memperkecil kesempatan diterima jika Anda melakukannya.
Sampaikan pada perekrut, jika Anda memang dipertimbangkan untuk
diterima, Anda akan menyebutkan nilai gaji Anda, namun jika
memungkinkan, biarkan mereka yang memberikan penawaran pertama. Kunjungi
website seperti
Qerja.com untuk memperoleh gambaran
soal gaji dari posisi pekerjaan tersebut. “Tidak perlu langsung menerima
tawaran awal mereka karena selalu aka nada ruang untuk bernegoisasi.”
Jika saatnya menyebutkan angka, pastikan pengalaman dan jenjang
pendidikan Anda menjadi pertimbangan. “Juga pertimbangkan standar gaji
di daerah tempat Anda bekerja, karena setiap daerah akan berbeda.
Bicarakan dalam rentang kisaran saat memberikan gambaran, dan sebutkan
bahwa Anda dapat menyesuaikan diri soal gaji, dan Anda terbuka untuk
menerima keuntungan lebih dari perusahaan. Sampaikan dengan singkat dan
langsung ke pokok persoalan, dan santai saja jika ada tanggapan hening
sejenak setelah Anda mengemukakannya. “
6. “Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan terakhir Anda?”
Para perekrut ingin mengetahui motivasi keinginan Anda untuk
meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Apakah Anda seorang oportunis yang
hanya ingin mencari uang lebih, atau Anda berharap menemukan pekerjaan
yang akan menjadi karir Anda.
Jika Anda meninggalkan tempat kerja karena tidak menyukai atasan
Anda, janganlah berbicara negatif tentangnya, sampaikan saja bahwa Anda
memiliki pandangan kerja yang berbeda. Jika karena pekerjaannya yang
membosankan, katakan saja bahwa Anda sedang mencari posisi yang lebih
menantang.
Bicarakan tentang hal-hal positif yang Anda peroleh dari tempat kerja
terakhir, dan fokuslah pada pandangan mengapa posisi yang baru ini
sangatlah cocok bagi Anda, dan Anda akan menjadi karyawan yang tepat
bagi perusahaan mereka.
Jika Anda telah meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya, Sutton Fell menganjurkan beberapa jawaban sebagai berikut :
- Jika Anda dipecat
Jangan menjelek-jelekkan atasan atau perusahaan lama Anda. Katakan
bahwa perusahaan memang melepaskan Anda dan Anda memahami keputusan
mereka, dan Anda telah mengetahui apa yang ingin Anda perbaiki dalam hal
bekerja, dan sampaikan pula bagaimana Anda akan menjadi karyawan yang
lebih baik karenanya.
- Jika kontrak Anda tidak diperpanjang
Sekali lagi, jangan menjelekkan atasan atau perusahaan terakhir Anda.
Katakan bahwa Anda memang dilepas, dan Anda memahami situasi di balik
keputusan mereka, dan Anda ingin melanjutkan masa depan Anda, dan tak
ingin berdiam diri di dalam masa lalu, dan siap melakukan apa yang telah
Anda pelajari di tempat terdahulu untuk perusahaan yang baru.
- Jika Anda berhenti
Jangan bercerita detil tentang ketidakbahagiaan atau ketidakpuasan
Anda. Sebaiknya katakan bahwa Anda menghargai segala pengalaman dan
didikan yang telah Anda terima sebelumnya, dan Anda merasa sudah saatnya
Anda harus mencari kesempatan yang baru dan lebih baik, untuk
mengembangkan kemampuan dan wawasan Anda, dan mencari perusahaan yang
tepat di mana Anda dapat bertumbuh.
7. “Mengapa saya harus menerima Anda ?”
Perekrut mungkin tidak akan memberikan pertanyaan ini secara
langsung, namun di setiap pertanyaan yang Anda jawab dalam wawancara
akan membantu mereka memahami, mengapa Anda orang yang tepat untuk
pekerjaan tersebut.
“Fokuslah pada latar belakang diri Anda dan mengapa Anda adalah
kandidat yang tepat, dan sampaikan juga bagaimana Anda akan
berkontribusi untuk perusahaan.
Biarkan pewawancara mengetahui bahwa salah satu tujuan Anda adalah
untuk membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah, dengan menerima
tangung jawab semampu Anda, dan Anda akan merasa semangat sekali tentang
pekerjaan ini sejak memulainya di hari pertama.
Salpeter menyarankan Anda untuk mencari tahu sebelumnya gambaran
tentang tanggung jawab dari pekerjaan tersebut. Carilah tiga atau empat
hal pokok yang terpenting, apakah itu tentang kerjasama antar divisi,
kerja sebagai tim, atau anggota tim. Jika ada, jawaban Anda atas
pertanyaan ini sebaiknya difokuskan dengan kemampuan Anda dalam bekerja
sebagai tim.
Sumber:
Forbes
http://www.qerja.com/happy/article/Tips-Menjawab-7-Pertanyaan-Umum-Dalam-Wawancara-Kerja#.U_0zcaPSRyx